Sementara itu, segmen nikel (feronikel dan bijih nikel) menyumbang Rp7,9 triliun atau 13% dari total penjualan. Capaian ini menunjukkan masih kokohnya permintaan industri dalam negeri terhadap produk nikel Antam.
Profitabilitas dan Likuiditas Meningkat
Dari sisi profitabilitas, laba kotor Antam naik 311% menjadi Rp8,24 triliun, sementara laba usaha melonjak signifikan 1.053% menjadi Rp6,14 triliun. Hal ini membuat laba per saham dasar naik 203% menjadi Rp195,43.
Di sisi neraca, aset perusahaan meningkat 23% menjadi Rp48,38 triliun, sedangkan ekuitas naik 14% menjadi Rp33,71 triliun. Posisi kas dan setara kas juga terjaga sehat di level Rp10,51 triliun, tumbuh 20% dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini menegaskan likuiditas yang kuat sekaligus memberi ruang bagi investasi jangka panjang.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















