Aksi ini dikoordinatori oleh tiga mahasiswa ITB Adias. Salah satu korlap, Chafidz Syukron, menjelaskan bahwa tuntutan utama mereka berfokus pada dugaan pungutan liar di dunia pendidikan dan perbaikan infrastruktur. Menurutnya, massa aksi berasal dari berbagai penjuru Pemalang, dari Ulujami hingga Watukumpul, membawa aspirasi yang telah lama terpendam.
Syukron menekankan pentingnya demonstrasi yang terorganisir dan sesuai aturan. “Aksi ini harus menjadi pembelajaran, agar kita tidak mudah tergiring opini publik atau takut bergerak,” ujarnya.






