Tingginya antusiasme konsumen PIR 15 sejalan dengan rekam jejak PT RGP yang fantastis di mata BTN. Arditiyas Dwi Atmoko, DRM BTN mengungkapkan bahwa proyek-proyek PIR sebelumnya (PIR 1 hingga PIR 14) mencatatkan angka kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) yang sangat minim.
“Dari 100 konsumen, rata-rata hanya satu yang mengalami macet,” ungkap Arditiyas.
Tingkat NPL yang super rendah ini, menurutnya, merupakan cerminan dari komitmen RGP dalam menyediakan kualitas rumah, infrastruktur, dan kelengkapan dokumen yang terjamin. Komitmen ini membuat konsumen merasa nyaman dan tertib dalam menunaikan kewajiban angsuran.
Peluang Terbatas di PIR 16
Setelah sukses besar PIR 15, ia juga menyampaikan informasi penting mengenai proyek RGP ke depan yang mengisyaratkan keterbatasan peluang.
“Konsumen RGP ini barang bagus. Tolong dijaga agar Mas Diki (pengembang) tetap loyal dan fokus bersama BTN,” tutup Arditiyas.
Pada tahun depan (2026), PT RGP hanya akan membuka satu lokasi baru, yaitu PIR 16. Meskipun unit yang disediakan di PIR 16 diinformasikan akan lebih besar, kesempatan ini bersifat sangat terbatas. Masyarakat yang berminat disarankan untuk segera mengambil peluang investasi di PIR 16.
Sementara itu, pengakuan atas kualitas RGP semakin dikukuhkan oleh fakta bahwa perusahaan ini telah menerima penghargaan pengembang terbaik sebanyak tujuh (7) kali berturut-turut setiap tahunnya di wilayah Pekalongan Raya dan Pemalang.
Jaminan Keamanan Dokumen dari BTN
Sebagai bentuk layanan terbaik kepada debitur yang dinilai sangat tertib, BTN memutuskan untuk menyimpan sertifikat rumah di tempat yang terjamin keamanannya hingga masa angsuran selesai. Arditiyas Dwi Atmoko juga mengatakan menjamin akan menyimpan dokumen fisik tersebut di tempat yang tahan air dan tahan api, memastikan sertifikat tetap aman dan berada di bawah pengawasan bank.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














