
Suara Rakyat Diabaikan, Masa Depan Desa Dipertaruhkan
Pemalang, CMI News – Tokoh masyarakat Purana, dengan tegas akan melawan siapapun atas kekecewaan nya terhadap sikap apatis wakil rakyat dan ormas pro-TPA yang mengabaikan suara rakyat dalam menolak proyek pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) di desa mereka.
“Kami sangat kecewa dengan sikap wakil rakyat dan ormas yang seolah-olah tidak peduli dengan suara rakyat,” ujar Kyai Nur Fuad dalam konferensi pers yang diadakan hari ini.
“Mereka lebih mementingkan kepentingan pribadi dan golongan daripada memperjuangkan aspirasi masyarakat.” Senin (10/6/2024).
“Kami merasa dikhianati oleh wakil rakyat yang seharusnya memperjuangkan aspirasi kami,” ujar Kyai Fuad tokoh Desa Purana dan juga perwakilan masyarakat yang menolak TPA.
Masyarakat Purana Melawan
“Mereka seharusnya mendengarkan suara kami, bukan malah mendukung proyek yang jelas-jelas akan merugikan desa kami.”

Kekecewaan masyarakat semakin diperparah dengan sikap Ormas yang juga menunjukkan dukungan terhadap TPA. Masyarakat mempertanyakan motif Ormas tersebut, dan menduga adanya kepentingan tersembunyi di balik dukungan mereka.
“Kami tidak mengerti mengapa Ormas yang seharusnya membela rakyat malah mendukung proyek yang akan mencemari lingkungan dan merusak kesehatan masyarakat,” imbuh Kyai Fuad.
” Bukan kami tidak mendukung program Pemerintah, ini adalah kita Santri masa kota santri akan diberi sampah” ucap Kyai Fuad
Masyarakat Purana merasa bahwa pembangunan TPA akan membawa dampak negatif bagi lingkungan, kesehatan, dan ekonomi desa mereka.
Mereka khawatir pencemaran tanah dan air akan terjadi, dan kesehatan masyarakat akan terancam. Selain itu, mereka juga khawatir nilai tanah dan properti di desa mereka akan menurun drastis.
“Kami tidak ingin desa kami menjadi tempat pembuangan sampah,” tegasnya . “Kami ingin desa kami tetap bersih, sehat, dan asri untuk generasi mendatang.”
Masyarakat Purana mendesak Wakil Rakyat dan Ormas untuk meninjau kembali dukungan mereka terhadap TPA. Mereka meminta agar suara rakyat didengar dan kepentingannya diutamakan.
“Kami mohon kepada Wakil Rakyat dan Ormas untuk kembali ke jalan yang benar dan memperjuangkan kepentingan rakyat.” Imbuh Kyai Fuad
” Kami harap Pemerintah akan mendengarkan suara kami dan menghentikan rencana Pembangunan TPA di Desa kami “
Masyarakat Purana menyatakan tekadnya untuk terus melawan pembangunan TPA. Mereka akan melakukan berbagai upaya, termasuk aksi protes dan demonstrasi besar ke Pendopo. Untuk menyuarakan aspirasi mereka dan melindungi desa mereka.
Tak hanya itu, warga masyarakat juga menggandeng beberapa tim pengacara untuk memperjuangkan hak-hak mereka dengan menandatangani surat kuasanya ke tim kuasa hukumnya.








