JAKARTA – Kepolisian RI kembali melakukan serangkaian represifitas terhadap aksi yang dilakukan di depan DPR RI. Pada aksi ini, Kepolisian menahan sekitar 600 orang, di antaranya pelajar dan masyarakat umum. Kepolisian menggunakan gas air mata dan berbagai senjata lain terhadap massa aksi. Akibat brutalitas anggota kepolisian, puluhan korban mengalami luka-luka, termasuk korban meninggal dunia yang dilindas menggunakan kendaraan taktis (rantis) terhadap supir ojek online bernama Affan Kurniawan.
Dilansir dari ICW Pada 31 Agustus 2025, bahwa Indonesia Corruption Watch bersama dengan Trend Asia dan KontraS melakukan penelusuran terhadap pembelian kendaraan khusus dan kendaraan taktis yang dibeli oleh Kepolisian RI untuk pengamanan massa aksi. Penelusuran ini dilakukan untuk melihat bagaimana Kepolisian RI mengelola keuangannya, khususnya kendaraan taktis dan khusus. Penelusuran ini juga dilakukan untuk melihat berapa jumlah uang pajak yang digunakan oleh Kepolisian untuk melakukan kekerasan terhadap masyarakat sipil.
Pasokan Kendaraan Khusus dan Kendaraan Taktis di Kepolisian RI













