CILACAP – CMI News : Dirjen Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, dan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, beserta Babinsa Koramil 09 Kawunganten, turun langsung ke lapangan membantu para petani yanh terdampak kekeringan khusunya di area persawahan Desa Grugu Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap. Dampak perubahan iklim yang kian terasa, menyebabkan kekeringan parah melanda wilayah Kawunganten, menyebabkan lebih kurang 70 hektar sawah di area tersebut mengalami krisis air.

Kondisi ini mengancam keberlangsungan panen, dan menyebabkan kerugian ekonomi bagi para petani.

Danramil Kawunganten, yang diwakilkan Serma Sodirin, pada tahap awal telah mendistribusikan sebanyak 23 ribu liter air, melalui pompa dan truk tanki air, hal ini dilakukan supaya sawah yang kekeringan tetap mendapat pasokan air.

Menurutnya, upaya yang di lakukannya ini, merupakan bagian dari tugas TNI dalam membantu masyarakat dampak dari kemarau panjang dan keringnya saluran irigasi.

“Kami hadi di tengah petani, untuk memastikan dampak kekeringan ini dapat diminimalisir”, ucapnya.

Upaya dan langkah yang telah dilakukan ini, lanjut Serma Sodirin, diharapkan produksi pangan di wilayah Kawunganten dapat dipertahankan, dan kerugian petani tidak begitu besar.

Dalam penanganan dampak perubahan iklim ini, diperlukan kerjasama semua pihak, semua elemen masyarakat, pemerintah daerah, khususnya para petani dapat bersatu dalam menghadapi tantangan yang dihadapinya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir perwakilan Dirjen Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Erna dan Charles, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Susilan, Kabid Sarpras Dispertan, Agung, Kabid Tanaman Pangan Dispertan, Budi, serta tampak hadir Camat Kawunganten, Misran, Babinsa Grugu, Serda Karsono, Petugas Pengamat Hama, Irma Catur Wardhani, Koordinator BP Pertanian Kawunganten, Sumardi, serta Kades Grugu, Amirrudin.

Dengan pendistribusian air, 70 hektar sawah minimal dapat meminimalisir dampak kekeringan di wilayah Kawunganten.