Setiap rumah menyimpan benda-benda pusaka, kisah, dan ritual yang diwariskan turun-temurun. Hilangnya 28 rumah adat ini berarti terputusnya rantai sejarah dan kearifan lokal yang vital bagi eksistensi budaya Waruwora.
Bersyukur Tidak Ada Korban Jiwa, Namun Perjuangan Berat Menanti
Di tengah bencana dahsyat ini, secercah rasa syukur muncul karena dilaporkan tidak ada korban jiwa yang jatuh. Namun, warga kini menghadapi perjuangan yang sangat berat: memulai hidup dari nol tanpa tempat tinggal dan tanpa pusat budaya mereka.
Kini, saatnya solidaritas masyarakat dan pemerintah diuji. Warga Waruwora tidak boleh dibiarkan berjalan sendirian dalam menghadapi duka ini.













