Waruwora, Sumba Barat Daya – Tragedi kemanusiaan dan budaya yang mendalam menyelimuti Kampung Adat Waruwora di Sumba Barat Daya, NTT, setelah kebakaran hebat meluluhlantakkan warisan leluhur mereka. Dalam waktu singkat, 28 rumah adat yang selama ratusan tahun menjadi pusat kehidupan, sejarah, dan identitas budaya Sumba, hangus tak bersisa.
Duka dan kepedihan kini memayungi lebih dari 130 warga yang harus menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana tempat tinggal, tempat bernaung, tumbuh, serta menjalankan tradisi, kini hanya menyisakan puing dan abu.
Peristiwa tragis ini menghasilkan kerugian yang jauh melampaui perhitungan materi. Rumah adat di Sumba bukan sekadar struktur kayu dan alang-alang; ia adalah inti dari peradaban dan filosofi masyarakatnya.
“Kehilangan ini bukan sekadar kehilangan bangunan, tapi ruang yang menyimpan sejarah, nilai, dan kebersamaan. Kehilangannya adalah kehilangan sebagian dari napas budaya Sumba,” ujar salah satu pihak yang mengadvokasi musibah ini, menekankan bahwa yang hilang adalah jejak sejarah yang tak dapat dibangun kembali.













