
BATANG, Jawa Tengah – Bencana air pasang laut atau rob di wilayah Batang Barat, khususnya kawasan Kasepuhan, telah mencapai titik darurat yang mengakibatkan kehancuran ratusan hektare lahan persawahan. Kondisi ini secara langsung menyebabkan setidaknya 200 petani kehilangan mata pencaharian mereka.
Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier, menyerukan desakan keras kepada Pemerintah Pusat, terutama kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk segera memprioritaskan pembangunan Tanggul Laut Raksasa Pantura.
Rob Harian Telan Ratusan Hektare Sawah
Dalam kunjungannya ke lokasi terdampak, pada Jum’at (28/11). Rizal Bawazier menyoroti bahwa bencana rob di Batang kini bukan lagi peristiwa musiman, melainkan telah menjadi siklus harian yang merusak. Air laut yang merangkak ke daratan telah merendam lahan sawah, menjadikannya tergenang air asin dan tidak layak tanam secara permanen.
”Bayangkan, semua hampir ratusan hektar sawah penduduk di sini sama sekali tidak bisa ditanami. Ini gara-gara rob, banjir yang susah sekali kita tangani. Tragis sekali, tidak bisa ditanami,” ungkap Rizal Bawazier.
Kondisi ini mengakibatkan sedikitnya 100 hektare sawah mati permanen, menghancurkan potensi panen dan sumber penghidupan utama warga di kawasan Kasepuhan. Saat air pasang, ketinggian air dapat mencapai selutut, melumpuhkan total akses jalan dan aktivitas ekonomi warga pesisir.

Desakan Dana Pusat: Solusi Darurat Tidak Cukup
Rizal Bawazier menegaskan bahwa upaya penanganan darurat yang dilakukan saat ini, seperti pembangunan talut (dinding penahan ombak) skala kecil, tidak akan efektif untuk menghadapi skala ancaman yang ada. Ia menekankan perlunya solusi struktural dan permanen, yaitu pembangunan Tanggul Laut Raksasa Pantura.
Ia secara eksplisit memohon bantuan dari pimpinan negara, mengingat besarnya anggaran yang dibutuhkan.
”Mohon bantuan Pak Prabowo, Pak AHY, jadikan prioritas di sini. Anggarannya besar, kami mengharapkan hanya dari pusat. Tidak ada yang bisa bantu kami kecuali Bapak-Bapak. Bapak mohon bantu kami,” tegasnya.
Menurut Rizal, intervensi dan kucuran dana dari Pemerintah Pusat adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan lahan dan permukiman warga dari bencana rob yang kini bersifat permanen.
Kehilangan Ekonomi dan Status Mendesak
Dampak rob di Batang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menciptakan krisis ekonomi dan sosial. Dengan lumpuhnya ratusan hektare sawah, ratusan keluarga petani terancam kelaparan dan menghadapi ketidakpastian masa depan.
”Ini sudah mendesak sekali di kawasan Batang Barat,” pungkasnya, menekankan bahwa penanganan rob harus menjadi agenda pembangunan utama yang tidak bisa ditunda lagi. Pembangunan Tanggul Raksasa diharapkan mampu melindungi kawasan Batang Barat dari intrusi air laut, memulihkan lahan pertanian, dan mengembalikan mata pencaharian 200 lebih petani yang terdampak.”








