Minat investor juga tercermin dari hasil lelang pemerintah. Pada lelang 7 Oktober 2025, misalnya, total penawaran mencapai Rp126,16 triliun, jauh di atas target penerbitan Rp28 triliun.
Fenomena ini menegaskan bahwa pasar obligasi Indonesia masih menjadi primadona, bahkan di tengah ketidakpastian global.
Menang Tipis dari Malaysia
Dari sisi regional, posisi Indonesia cukup kompetitif. Secara year-to-date, yield SBN tenor 10 tahun Indonesia turun dari 7,01% ke 6,11%, atau terkoreksi 91 bps.
Penurunan ini lebih besar dibandingkan Malaysia (−35 bps ke 3,48%), India (−27 bps ke 6,52%), dan Afrika Selatan (−80 bps ke 9,12%).
Meski masih kalah dari Brasil yang mencatat koreksi tajam hingga −108 bps, performa Indonesia menunjukkan daya tarik yang terus menguat di mata investor global.













