Kabar Baik untuk APBN
Turunnya yield SBN menjadi angin segar bagi Kementerian Keuangan. Dengan bunga utang yang semakin rendah, pemerintah bisa menekan biaya pembayaran bunga dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam laporan APBN Kita edisi Agustus 2025, rata-rata yield SBN 10 tahun tercatat 6,80% year-to-date (ytd), sedangkan di bulan Agustus turun menjadi 6,28%. Kini, posisinya di pasar sekunder sudah turun lebih dalam ke 6,115%, memperkuat potensi efisiensi fiskal di sisa tahun berjalan.
Laporan semester I 2025 menunjukkan bahwa realisasi pembayaran bunga utang telah mencapai 46,5% dari pagu APBN, atau naik 7,13% dibandingkan tahun lalu.
Namun, penurunan yield berpotensi menahan laju kenaikan tersebut di semester II, terutama karena penerbitan surat utang baru dapat dilakukan dengan biaya bunga yang lebih murah.
Rinciannya, bunga utang dalam negeri tercatat Rp235,15 triliun (naik 7,89% yoy), sementara bunga utang luar negeri turun tipis menjadi Rp21,9 triliun.
Investor Masih Antusias di Lelang SBN













