
PEMALANG – Semangat berorganisasi dan komitmen berkhidmat kepada umat kembali ditunjukkan oleh Nahdliyin di wilayah Kecamatan Pemalang. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Kramat sukses menyelenggarakan Musyawarah Ranting (MUSRAN) pada Rabu (21/01/2026). Bertempat di Desa Kramat, acara ini menjadi momentum penting dalam penguatan struktur organisasi di tingkat akar rumput.
Kegiatan krusial ini dikawal langsung oleh jajaran pimpinan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Pemalang. Hadir memimpin jalannya persidangan, Rois Syuriah MWC NU Pemalang, KH. Ahmad Maladzi, didampingi oleh Wakil Ketua Tanfidziyah, Kyai Saeful Bahri, M.Pd., serta Sekretaris Jenderal MWC NU, Kyai Purwanto, S.Pd.
Kehadiran para kiai dan tokoh MWC ini menegaskan pentingnya sinergi antara pengurus tingkat kecamatan dan ranting guna memastikan program kerja NU berjalan selaras dari atas hingga ke bawah.

Dalam suasana kekeluargaan yang kental, MUSRAN kali ini membuahkan hasil mufakat yang bulat. Melalui proses pemilihan yang demokratis namun tetap mengedepankan adab santun, forum secara aklamasi menetapkan:

- Rois Syuriyah: Ustadz Nur Taufik
- Ketua Tanfidziyah: Ust. Adib Castro, S.Pd.
Terpilihnya duet kepemimpinan ini disambut baik oleh seluruh peserta musyawarah. Kombinasi antara kedalaman ilmu agama dan kecakapan manajerial diharapkan mampu membawa PRNU Desa Kramat ke arah yang lebih progresif.
Harapan untuk Masa Khidmat Baru
Pihak MWC NU Pemalang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar PRNU Desa Kramat yang telah menyukseskan gelaran musyawarah ini.
”Kami ucapkan terima kasih kepada pengurus periode sebelumnya dan selamat kepada pengurus terpilih. Semoga di periode yang akan datang, PRNU Desa Kramat bisa lebih maju, mandiri, dan kehadirannya semakin dirasakan manfaatnya oleh umat,” ungkap perwakilan pengurus MWC NU.
Kegiatan ditutup dengan semangat yang terangkum dalam tema besar: “Merajut Khidmah, Komitmen Berjamiyyah.” Dengan nakhoda baru, PRNU Desa Kramat siap bersinergi untuk membentengi aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah dan menggerakkan roda organisasi di tengah masyarakat.






