CMI News — Di tengah meningkatnya aktivitas digital, modus penipuan di WhatsApp kembali berevolusi. Kali ini, para pelaku memanfaatkan pesan singkat berpura-pura “salah kirim” untuk memancing interaksi dan mencuri data pribadi calon korban.

Laporan terbaru dari Malwarebytes mengungkap bahwa pesan semacam ini sengaja dibuat sesederhana mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Biasanya hanya berisi sapaan ringan seperti “halo” atau kalimat singkat seperti “apa kabar?” yang tampak seolah dikirim ke orang yang salah.

Namun di balik kesan polos itu, pelaku menunggu satu hal: balasan dari korban.

Modus Penipuan yang Terlihat Sepele, Tapi Berisiko Besar

Begitu korban membalas—misalnya dengan menulis “Salah kirim”—percakapan akan berlanjut. Pelaku mulai membangun hubungan yang tampak wajar dan bersahabat. Dari situ, interaksi bisa berubah menjadi penipuan asmara (romance scam) atau penawaran investasi fiktif dengan iming-iming keuntungan tinggi.

Malwarebytes mencatat, pelaku sering berpura-pura seolah pernah bertemu dengan korban sebelumnya. Salah satu contoh pesan yang mereka temukan berbunyi:

“Hai, aku menemukan kontakmu di daftar kontakku. Bisa ingatkan kita pernah ngobrol di mana?”

Strategi ini sengaja dirancang agar korban merasa perlu menjawab dan memperpanjang percakapan. Begitu terjadi, pelaku mulai mengumpulkan informasi pribadi—mulai dari nama lengkap, waktu aktif online, gaya komunikasi, hingga nomor telepon. Semua data itu kemudian dijadikan profil target yang dapat dijual atau digunakan dalam aksi penipuan berikutnya.

Nomor Aktif Jadi Sasaran, Hindari Balas Pesan Asing

Pakar keamanan siber Malwarebytes menegaskan bahwa jangan pernah membalas pesan mencurigakan, sekalipun hanya untuk mengatakan “salah kirim”. Tindakan kecil ini menandakan bahwa nomor Anda aktif, yang berarti berpotensi masuk ke dalam daftar target penipuan atau bahkan dijual di pasar gelap data.

Selain itu, korban yang membalas pesan bisa tanpa sadar membuka celah bagi pelaku untuk mengirim tautan berbahaya, mengakses data pribadi, hingga melancarkan upaya peretasan akun finansial.

Langkah Aman dari Pakar: Abaikan, Blokir, dan Laporkan

Malwarebytes memberikan beberapa langkah praktis agar pengguna tetap aman dari modus ini:

1. Abaikan pesan yang tidak dikenal — jangan membalas apa pun.

2. Jangan klik tautan atau lampiran mencurigakan.

3. Blokir dan laporkan nomor pengirim ke operator atau platform WhatsApp.

Kewaspadaan menjadi kunci utama. Di era di mana komunikasi digital begitu personal dan instan, satu balasan sederhana bisa berujung pada kebocoran data hingga kerugian finansial serius.