Yusuf Mansur, yang juga dikenal sebagai pimpinan Pesantren Daarul Qur’an, berharap masyarakat tidak menilai secara sepotong-sepotong dan bisa melihat konteks utuh dari video tersebut. Ia mengingatkan bahwa potongan video di media sosial sering kali diambil tanpa konteks lengkap, sehingga mudah menimbulkan salah paham.
“Saya nggak pernah minta-minta duit untuk doa. Itu cuma candaan. Jadi jangan disalahartikan,” tegasnya.
Fenomena Viral dan Tantangan Literasi Digital
Kasus viral ini kembali menunjukkan bagaimana konten lama dapat memunculkan persepsi baru di era digital. Dalam konteks ekonomi digital dan komunikasi publik, fenomena seperti ini juga menjadi pengingat pentingnya literasi digital dan manajemen reputasi bagi tokoh publik.













