CMI News — Setelah sempat menguat di awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berbalik arah dan ditutup melemah pada akhir sesi pertama hari ini. Pelemahan tersebut banyak dipengaruhi oleh tekanan jual pada saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu.

IHSG turun 0,68% atau 55,87 poin ke level 8.171,33. Dari total 956 saham yang diperdagangkan, 236 saham menguat, 472 melemah, dan 248 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp15,68 triliun dengan volume perdagangan 23,96 miliar saham dalam 1,76 juta transaksi.

Sepanjang sesi pertama, IHSG sempat bergerak di kisaran 8.154–8.284, bahkan sempat menyentuh level tertinggi di 8.257,09 pada pagi hari. Namun, tekanan jual cepat meningkat menjelang siang.

Saham Prajogo Pangestu Jadi Penekan Utama

Mengutip data Refinitiv, saham-saham dari grup usaha Prajogo Pangestu menjadi pemberat utama indeks hari ini.

Barito Pacific (BRPT) anjlok 6,18%, menekan IHSG hingga -16,17 poin.

Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menyumbang penurunan -9,06 poin.

Barito Renewables Energy (BREN) dan Chandra Asri Pacific (TPIA) masing-masing turut menyumbang -8,54 poin dan -5,64 poin.

Tekanan di saham-saham energi dan kimia dasar ini membuat pergerakan indeks domestik sulit bangkit, meskipun ada dorongan dari beberapa sektor defensif seperti perbankan dan telekomunikasi.

Dampak Sentimen Global: Trump vs China

Pelemahan IHSG juga tidak lepas dari tensi global yang kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman tarif baru terhadap produk asal China hingga 100%, berlaku mulai 1 November 2025.
Pernyataan ini memicu volatilitas di pasar global, sempat membuat kapitalisasi Wall Street menyusut lebih dari Rp33.000 triliun hanya dalam satu hari.

Meski demikian, tensi mulai mereda setelah Trump menyatakan bahwa hubungan AS–China “akan baik-baik saja”. Dalam wawancara di Air Force One, Trump bahkan memuji Presiden Xi Jinping sebagai “pemimpin yang cerdas dan kuat,” menandakan peluang negosiasi masih terbuka.

China sendiri bereaksi dengan tegas, menyatakan siap mengambil langkah balasan “demi melindungi hak dan kepentingan yang sah.”

Fokus Global Beralih ke Pidato Ketua The Fed

Pasar kini menantikan pidato Ketua The Fed Jerome Powell di National Association for Business Economics (NABE) Annual Meeting di Philadelphia malam ini.

Powell diperkirakan akan memberikan sinyal arah kebijakan moneter setelah bank sentral AS memangkas suku bunga acuan 25 basis poin bulan lalu menjadi 4,00–4,25%.

Investor menanti apakah Powell akan menegaskan sikap hati-hati atau membuka ruang pelonggaran lebih lanjut di tengah melambatnya ekonomi global.

Respons Pemerintah Indonesia

Sementara itu, pemerintah Indonesia berupaya menjaga stabilitas domestik di tengah ketidakpastian global.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (13/10) memimpin rapat koordinasi tertutup bersama jajaran perbankan, manajer investasi, dan ekonom sekuritas.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas keuangan nasional sekaligus mempercepat pembiayaan program prioritas menjelang akhir tahun.

Pemerintah tengah menyiapkan kerangka fiskal adaptif yang sejalan dengan kebijakan moneter longgar Bank Indonesia, termasuk percepatan realisasi belanja negara guna menjaga daya beli dan permintaan domestik.

Pasar Asia Bergerak Campuran

Indeks saham Asia bergerak beragam pagi ini:

Nikkei 225 (Jepang) turun 1,34%, Topix melemah 1,31%.

Kospi (Korea Selatan) justru menguat 1,01%, sedangkan Kosdaq naik 0,84% berkat lonjakan saham teknologi.

Samsung Electronics melesat 2,47% setelah memproyeksikan laba kuartal III naik 32% YoY menjadi 12,1 triliun won (US$8,48 miliar) — melampaui ekspektasi pasar.

ASX/S&P 200 (Australia) melemah tipis 0,25%, sementara kontrak berjangka Hang Seng (Hong Kong) turun ke 25.794, lebih rendah dibanding penutupan sebelumnya di 25.889,48.

Wall Street Bangkit Setelah Pekan Buruk

Di sisi lain, bursa saham AS pada Senin malam waktu setempat berhasil rebound setelah komentar damai Trump.

Dow Jones naik 1,29% ke level 46.067,58,

S&P 500 menguat 1,56% ke 6.654,72,

Nasdaq Composite melonjak 2,21% ke 22.694,61, dipimpin oleh reli saham teknologi besar.