Namun jawaban yang didapat, tidak menyenangkan, sontak membuat korban turun dari mobil dan ingin bertanya langsung dengan pelaku.
Tiba-tiba pelaku malah menjalankan kendaraannya hingga menabrak pintu mobil korban yang belum sempat tertutup.
Pelaku berusaha melarikan diri, disitulah aksi kejar-kejaran dimulai. Seorang saksi mata yang juga orang tua korban, berusaha untuk menghentikan pelaku.
Melihat hal itu, pelaku mencoba menabrak mobil saksi. Namun, aksi itu dihentikannya saat ia mengetahui bahwa penumpang mobil tersebut sebagian besar adalah anak-anak.
Korban sempat shock dan harus dilarikan ke RS Abdul Moeis. Setelah itu, korban melanjutkan pengejaran terhadap pelaku yang diikuti oleh pengemudi lainnya. Diketahui, pelaku mengarahkan bus menuju halaman mako Polresta Samarinda untuk mengamankan diri.














