“Kami ingin bantuan ini tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi menjadi modal produktif. Kami berharap kambing-kambing ini bisa berkembang biak dan menjadi sumber penghasilan berkelanjutan bagi warga,” ujar Hilmi.
Selain sektor peternakan, sektor perikanan juga menjadi sasaran pemulihan. Sebanyak 2.000 benih ikan telah ditebar di embung Desa Penakir. Dengan masa tunggu panen yang relatif singkat, yakni sekitar dua bulan, warga diharapkan bisa segera merasakan hasilnya.
Pemulihan ekonomi ini tidak berhenti pada bantuan ternak. Camat Pulosari, Arif Senoaji, menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan petani tetap produktif meski akan memasuki musim kemarau.
“Kami sudah menjadwalkan bantuan pupuk secara bertahap. Mengingat saat ini sudah memasuki masa tanam, distribusi pupuk menjadi krusial agar hasil pertanian warga tetap maksimal meski cuaca mulai berubah,” jelas Arif.
Bagi warga Desa Penakir, bantuan ini adalah bentuk kepedulian yang sangat dinantikan. Kepala Desa Penakir, Agus Riyadi, mengenang kembali peristiwa kelam pada 23 Januari 2026, di mana banjir bandang menghanyutkan ternak-ternak yang menjadi harta berharga warga.













