
PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (Dispantarik) terus bergerak cepat dalam melakukan pemulihan pascabencana. Fokus utama saat ini adalah membangkitkan kembali roda ekonomi masyarakat Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, yang sempat lumpuh akibat bencana banjir bandang pada Januari lalu.
Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan sarana produksi pertanian dan peternakan yang diserahkan langsung pada Kamis (2/4/2026). Bantuan ini menjadi angin segar bagi warga yang kehilangan mata pencaharian dan aset ternak mereka.
Sekretaris Dispantarik, Akhmad Hilmi, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan mendesak warga. Sebanyak 8 ekor kambing diberikan kepada warga terdampak di Desa Penakir dan Desa Sima. Tidak hanya bibit ternak, pemerintah juga memberikan dukungan nutrisi berupa 1,2 ton pakan ternak untuk memastikan keberlangsungan hidup hewan tersebut.
“Kami ingin bantuan ini tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi menjadi modal produktif. Kami berharap kambing-kambing ini bisa berkembang biak dan menjadi sumber penghasilan berkelanjutan bagi warga,” ujar Hilmi.
Selain sektor peternakan, sektor perikanan juga menjadi sasaran pemulihan. Sebanyak 2.000 benih ikan telah ditebar di embung Desa Penakir. Dengan masa tunggu panen yang relatif singkat, yakni sekitar dua bulan, warga diharapkan bisa segera merasakan hasilnya.
Pemulihan ekonomi ini tidak berhenti pada bantuan ternak. Camat Pulosari, Arif Senoaji, menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan petani tetap produktif meski akan memasuki musim kemarau.

“Kami sudah menjadwalkan bantuan pupuk secara bertahap. Mengingat saat ini sudah memasuki masa tanam, distribusi pupuk menjadi krusial agar hasil pertanian warga tetap maksimal meski cuaca mulai berubah,” jelas Arif.
Bagi warga Desa Penakir, bantuan ini adalah bentuk kepedulian yang sangat dinantikan. Kepala Desa Penakir, Agus Riyadi, mengenang kembali peristiwa kelam pada 23 Januari 2026, di mana banjir bandang menghanyutkan ternak-ternak yang menjadi harta berharga warga.
“Alhamdulillah, bantuan dari Dispantarik ini sangat membantu warga kami untuk mulai menata kembali hidup mereka. Kehilangan ternak saat banjir lalu adalah pukulan berat, dan hari ini mereka mendapatkan harapan baru,” ungkap Agus.
Senada dengan itu, Musinin, salah satu penerima bantuan, tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. “Terima kasih atas bantuan kambing dan pakannya. Ini akan saya rawat sebaik mungkin agar bisa membantu ekonomi keluarga,” tuturnya.
Melalui sinergi antara bantuan pemerintah dan semangat kerja masyarakat, diharapkan Desa Penakir tidak hanya pulih dari trauma bencana, tetapi juga tumbuh menjadi desa yang lebih mandiri secara ekonomi di sektor pertanian dan peternakan.






