Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
PendidikanTegal

Universitas Muhammadiyah Tegal (TMU) Gelar Wisuda Perdana, 90 Lulusan Siap Bersaing di Dunia Kerja

×

Universitas Muhammadiyah Tegal (TMU) Gelar Wisuda Perdana, 90 Lulusan Siap Bersaing di Dunia Kerja

Sebarkan artikel ini
Universitas Muhammadiyah Tegal (TMU) Gelar Wisuda Perdana, 90 Lulusan Siap Bersaing di Dunia Kerja
Universitas Muhammadiyah Tegal (TMU) Gelar Wisuda Perdana, 90 Lulusan Siap Bersaing di Dunia Kerja

Universitas Muhammadiyah Tegal (TMU) mencatat sejarah baru dengan menyelenggarakan wisuda perdana bagi 90 lulusan angkatan pertama di Gedung Pertemuan Hanggawana, Kota Tegal, pada Kamis (17/4/2025). Momen ini menjadi tonggak penting sejak TMU resmi berdiri pada Juli 2024 lalu.

TMU sendiri merupakan hasil penggabungan dua institusi pendidikan tinggi di Tegal, yakni STIKes Muhammadiyah dan Politeknik Muhammadiyah, yang kini bersatu dalam satu naungan untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi di wilayah tersebut.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam sambutannya, Rektor TMU, Prof. Jebul Suroso, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian para lulusan. Ia menyebutkan bahwa lebih dari 80 persen wisudawan telah diterima bekerja bahkan sebelum acara wisuda digelar. Sementara sisanya masih dalam proses seleksi dan menunggu panggilan dari berbagai perusahaan serta instansi.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa lulusan TMU memiliki kompetensi dan daya saing tinggi. Mereka mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan mendapatkan kepercayaan dari berbagai sektor industri maupun profesi,” ujar Prof. Jebul.

Ia menambahkan bahwa TMU berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga siap terjun langsung ke dunia profesional. “Kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan TMU memiliki peluang yang luas untuk berkarya sesuai bidangnya,” imbuhnya.

Suasana wisuda makin terasa istimewa dengan hadirnya Nur Winda Amalia, lulusan terbaik dari Program Studi D3 Kebidanan. Mahasiswi asal Kabupaten Pemalang ini berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,81, menjadi kebanggaan bagi kampus dan keluarganya.

Dibesarkan dalam keluarga sederhana, Nur Winda menyampaikan ungkapan syukur yang menyentuh saat memberikan kesan dan pesan. Ayahnya bekerja sebagai buruh jahit di sebuah konveksi di Petarukan, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga.

“Saya masih ingat bagaimana ibu selalu bermimpi melihat anaknya lulus dan berdiri dengan bangga mengenakan toga. Hari ini, walau saya baru menyandang gelar ahli madya, ini adalah persembahan kecil atas semua perjuangan dan doa orang tua saya,” ucapnya haru.

























banner
error:
Verified by MonsterInsights