
PEMALANG – Kondisi pengelolaan sampah di Kabupaten Pemalang kian memprihatinkan. Tumpukan sampah rumah tangga terpantau meluber hingga memakan bahu jalan di kawasan Mengori, Kecamatan Pemalang, pada Jumat (20/2/2026). Selain merusak pemandangan, tumpukan limbah ini mulai menimbulkan bau busuk menyengat dan dikhawatirkan menjadi sumber penyakit bagi warga sekitar.
Tumpukan sampah yang melebihi kapasitas (overkapasitas) tampak menggunung di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) wilayah Mengori dan Bojongbata, Kabupaten Pemalang dan sekitarnya.
Meskipun terdapat spanduk larangan membuang sampah di area tertentu, volume kiriman sampah yang tinggi membuat limbah meluber ke drainase dan badan jalan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sampah didominasi oleh limbah rumah tangga yang terbungkus plastik. Air lindi (cairan sampah) yang berwarna hitam tampak menggenangi area sekitar jalan, terutama saat hujan turun, yang membuat jalanan menjadi licin dan berbau tajam.
Seorang pengguna jalan dan juga warga setempat, menyatakan bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan sangat mengganggu aktivitas pengguna jalan.

“Sangat miris melihatnya. Baunya sudah masuk ke pemukiman, dan kami takut ini jadi sarang nyamuk atau sumber diare kalau tidak segera diangkut,” ujarnya.
Tak hanya di Mengori, pemandangan serupa juga terlihat di beberapa titik TPS lain seperti wilayah Bojongbata. Kurangnya frekuensi pengangkutan oleh armada kebersihan dinas terkait disinyalir menjadi penyebab utama sampah terus menumpuk hingga ke jalan raya. Masalah sampah di Pemalang ini menjadi sorotan tajam karena letaknya yang berada di jalur akses utama warga.
Jika tidak segera ditangani melalui normalisasi pengangkutan atau pengelolaan sistem drainase yang baik, dikhawatirkan dampak kesehatan masyarakat akan semakin memburuk.
Pihak terkait diharapkan segera menurunkan alat berat atau menambah armada pengangkut untuk mengosongkan TPS yang sudah meluap tersebut demi kenyamanan dan kesehatan publik.






