
Pemalang, CMI News – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menanggulangi permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS), Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Seminar Penanganan Potensi Anak Tidak Sekolah di Tingkat Satuan Pendidikan Kabupaten Pemalang. Acara ini berlangsung di Ruang Rapat Hotel Grand Wijaya Pemalang pada Kamis (12/12) dan akan berlangsung selama dua hari hingga Jumat (13/12/2024).
Acara dibuka oleh Asisten Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pemalang, Supa’at, yang menekankan pentingnya upaya kolektif dalam mengatasi permasalahan ATS. “Pemerintah telah menyusun Strategi Nasional Penanganan Anak Tidak Sekolah (Stranas ATS), yang bertujuan memperkuat koordinasi, memperbaiki, dan memperluas program pendidikan untuk memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan,” jelasnya.
Strategi ini, lanjut Supa’at, tidak hanya memastikan anak-anak kembali ke sekolah tetapi juga mendukung kemampuan Indonesia memanfaatkan bonus demografi. Hal ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi yang optimal.
Di tingkat lokal, Pemkab Pemalang berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan formal dengan berbagai cara, seperti mensosialisasikan pentingnya pendidikan kepada masyarakat dan mengubah norma sosial yang menghambat anak-anak untuk melanjutkan sekolah.
“Kita harus berkolaborasi dalam mendorong semua anak usia sekolah (4-18 tahun) untuk menyelesaikan pendidikan wajib belajar 12 tahun, sesuai dengan Peraturan Bupati Pemalang Nomor 40 Tahun 2021 tentang Rintisan Penuntasan Pendidikan 12 Tahun,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemalang, Titin Soebari Soewastiningsih, dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk menyosialisasikan langkah strategis penanganan ATS di tingkat satuan pendidikan.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh masyarakat,” ujar Titin.
Acara ini juga mencakup diskusi panel dengan melibatkan pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk pendidik, tokoh masyarakat, dan organisasi masyarakat sipil. Tujuannya adalah untuk menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diimplementasikan demi mengatasi potensi anak tidak sekolah di Kabupaten Pemalang.
Dengan adanya seminar ini, diharapkan semakin banyak pihak yang berperan aktif dalam mendorong anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Pemerintah Kabupaten Pemalang pun berharap masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan pendidikan yang tersedia guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.








