Berdasarkan hasil wawancara dengan petani, sebagian besar petani merasakan pusing dan mual setelah melakukan pencampuran dan penyemprotan pestisida. Petani juga tidak menggunakan alat pelindung diri ketika bekerja menggunakan pestisida saat mencampur bahan dan saat penyemprotan. Fungsi dari alat pelindung diri yaitu mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja. Sebagian petani hanya Menggunakan baju yang diikatkan pada mulut dan hidung serta baju panjang. Hal ini dapat meningkatkan keracunan pestisida pada tubuh melalui kulit dan pernafasan. Alat pelindung diri menjadi salah satu faktor penentu risiko keracunan pestisida dalam darah. Oleh sebab itu dibutuhkan upaya yang komprehensif dalam mengatasi risiko permasalahan K3 pada petani di Desa Pudak. Adapun upaya yang dapat dilakukan adalah membentuk Desa Safety Farming. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tim melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk membentuk Desa Safety Farming, khususnya petani di Desa Pudak. Pembentukan Desa Safety Farming memiliki beberapa keunggulan yaitu dapat membangun kesadaran petani untuk dapat berperilaku aman dan sehat ketika bertani. Agar Desa Safety Farming dapat berjalan maka perlu kelengkapan Sarana dan Prasarana berupa Rumah Simpan dan Bilas Pestisida yang dilengkapi dengan APD (katelpak, kacamata, respirator, sarung tangan karet, apron, sepatu boot), box penyimpanan pestisida, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dan kotak P3K. Rumah simpan dan bilas pestisida juga dilengkapi dengan tempat untuk mandi. Pengabdian ini difokuskan pada upaya mencegah dan mengendalikan keracunan pestisida pada tubuh petani sejak membeli, mencampur, membawa, menyemprot dan penatalaksanaan botol bekas pestisida.
Kegiatannya meliputi Membentuk Desa Safety Farming, Sosialisasi dan Penyuluhan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Membentuk Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) pada Petani, Pelatihan Safety Farming untuk Mencegah Gangguan Kesehatan dan Kecelakaan Kerja, Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), Merancang SOP saat Bekerja bagi Petani, Merancang Model Rumah Simpan Bilas, Melaksanakan Kemitraan antara Institusi Pendidikan, Stakeholder Desa Pudak, dan Petani.
Kegiatan Pengbadian kepada Masyarakat dilaksanakan oleh Tim Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi. Kegiatan berlangsung bulan Agustus sampai bulan Oktober yang dilaksanakan di Dusun 1 Desa Pudak Kecamatan Kumpeh Ulu.
Budi Aswin, SKM., M.Kes., selaku dosen pembimbing, menjelaskan bahwa โ Program Desa Safety Farming diharapkan dapat membangun infrastruktur dan sarana pendukung seperti Rumah Simpan dan Bilas Pestisida yang dilengkapi dengan APD, tempat penyimpanan pestisida, dan fasilitas kesehatan. Melalui program ini, tim pengabdian dari perguruan tinggi akan meningkatkan pengetahuan dan perilaku aman, membantu atau mencegah pengendalian risiko keracunan pestisida, meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan para petani Dusun 1 Pudak serta produktivitas pertanian.โ
Partisipasi masyarakat sangat antusias, dengan banyak peserta menyatakan rasa syukur atas kehadiran dosen dan mahasiswa yang langsung melaksanakan KKNT di desa Pundak. Aminto merupakan kepala desa pundak, mengungkapkan, โKami masyarakat sangat bersyukur atas kehadiran bapak-bapak dosen dan adik-adik mahasiswa. UNJA. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan meningkatkan pengetahuan kami mengenai kesehatan dan Keselamatan Kerja ini.โ
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














