PEMALANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis target produksi padi sebesar 10,5 juta ton pada tahun 2026 dapat terealisasi sepenuhnya. Hingga Agustus 2026, realisasi produksi padi di Jateng telah menyentuh angka 6,69 juta ton atau sekitar 63 persen dari total target tahunan.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan rasa optimisnya saat meninjau lokasi panen raya di Kabupaten Pemalang. Menurutnya, puncak musim panen kedua serta potensi panen ketiga di beberapa wilayah akan menjadi pendorong utama tercapainya target tersebut.

“Capaian Januari hingga Agustus sudah 6,69 juta ton. Panen di Pemalang dan daerah-daerah lain yang terus berjalan menjadi sinyal positif bahwa target provinsi bisa kita penuhi,” ungkap Luthfi.

Sebagai salah satu penyangga utama, Kabupaten Pemalang mendapatkan perhatian khusus melalui penguatan modernisasi pertanian. Pemprov Jateng menyalurkan berbagai Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) seperti traktor, pompa air, hingga combine harvester untuk memangkas biaya operasional dan mempercepat proses panen.

Selain bantuan mesin, Pemprov Jateng juga menerapkan program intervensi berbasis data spasial seperti Pilar Jateng serta metode Pertanian Modern Agriculture Advance System (PMAS). Pendekatan ini memastikan penyediaan sarana irigasi dan alsintan dapat disalurkan secara presisi sesuai kebutuhan spesifik kelompok tani di lapangan.