Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
NasionalTeknologi

Teknologi Bendung Modular: Andalan Indonesia untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan

×

Teknologi Bendung Modular: Andalan Indonesia untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Teknologi Bendung Modular
Teknologi Bendung Modular ketahanan pangan nasional

Jakarta, CMI News – Indonesia bertekad untuk mencapai ketahanan pangan nasional dengan memanfaatkan teknologi inovatif. Salah satu andalannya adalah bendung modular, sebuah teknologi baru dalam bidang irigasi yang menawarkan solusi cepat, murah, dan tepat untuk mengatasi krisis air.

Di ajang World Water Forum ke-10 yang diadakan di Bali, Indonesia memperkenalkan teknologi bendung modular kepada dunia. Teknologi ini disambut dengan antusiasme tinggi dari berbagai negara, karena dinilai sebagai solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan air di berbagai belahan dunia.

Teknologi ini dikembangkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk meningkatkan produktivitas irigasi guna menjaga ketersediaan air dan ketahanan pangan.

Menteri PUPR yang juga Ketua Harian Panitia Nasional Penyelenggara World Water Forum ke-10 Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa inovasi dan teknologi memang diperlukan dalam pembangunan infrastruktur air. Hal itu sejalan dengan misi penyelenggaraan World Water Forum ke-10 yang ingin mewujudkan air untuk kesejahteraan bersama.

“Pemanfaatan teknologi yang tepat guna, efektif, dan ramah lingkungan juga didorong guna menciptakan nilai tambah dan pembangunan berkelanjutan sehingga manfaat infrastruktur dapat dirasakan generasi mendatang,” kata Basuki dalam keterangannya, Senin (13/5/2024) di Jakarta.

Teknologi Bendung Modular menjadi alternatif dalam pembangunan bendung yang lebih mudah, lebih murah, dan lebih cepat. Proses konstruksinya bisa mengurangi ketergantungan terhadap alat berat dalam pemasangan bekisting, sehingga memudahkan daerah pelosok dengan akses jalan yang sulit untuk menerapkan inovasi ini.

Salah satu peneliti teknologi Bendung Modular yang juga menjabat sebagai Fungsional Perekayasa Madya Balai Hidrolika dan Geoteknik Keairan Kementerian PUPR James Zulfan menjelaskan bahwa teknologi ini menggunakan modul blok beton terkunci yang didesain khusus untuk kepraktisan di lapangan sehingga dapat menghemat waktu dan biaya pembangunan sampai 40 persen.

“Seperti Lego, bendung modular mempunyai kekuatan dan fungsi yang sama dengan bendung konvensional,” ujar James, dikutip situs resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Senin (13/5/2024).

Inovasi yang telah terdaftar dan mendapatkan paten dari Kementerian Hukum dan HAM ini masih terus dikembangkan dan dikolaborasikan dengan program padat karya.





banner
error:
Verified by MonsterInsights