Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Berita

Tantangan Utama Bursa RI Menurut OJK: Bukan Market Cap, Tapi Likuiditas

×

Tantangan Utama Bursa RI Menurut OJK: Bukan Market Cap, Tapi Likuiditas

Sebarkan artikel ini

CMI News — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa tantangan terbesar pasar modal Indonesia saat ini bukan lagi ukuran kapitalisasi pasar, melainkan kedalaman dan likuiditas perdagangan. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI.

Market Cap Besar, Tapi Free Float Kecil

Secara kapitalisasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) justru tercatat memiliki ukuran pasar yang besar dibandingkan bursa negara tetangga. Namun, kondisi tersebut tidak diikuti oleh ketersediaan saham di publik (free float) yang memadai.

Indonesia masih mempertahankan ketentuan minimum free float sebesar 7,5%, jauh di bawah standar negara lain di kawasan yang berkisar di 25%. Dampaknya, pergerakan pasar masih bergantung pada emiten-emiten besar yang mayoritas sahamnya tidak beredar bebas.

Inarno menegaskan bahwa kecilnya free float otomatis menekan likuiditas, membuat pasar cenderung dangkal dan sensitif terhadap aksi jual-beli skala besar.

Struktur Pasar: Dominasi Emiten Besar

Jika dilihat lebih dalam, OJK membagi emiten menjadi tiga kategori utama:


Eksplorasi konten lain dari CMI News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





















banner
error:

Verified by MonsterInsights