1. Harga saham mudah berfluktuasi drastis karena pasokan saham terbatas.
2. Aksi jual atau akumulasi besar dari investor institusi dapat menggerakkan harga secara ekstrem.
3. Investor ritel kesulitan masuk ke saham-saham potensial karena ruang transaksi yang sempit.
4. IHSG menjadi kurang mencerminkan kondisi keseluruhan pasar, karena hanya didominasi oleh emiten papan atas.
Dalam konteks global, likuiditas adalah salah satu indikator yang dinilai oleh investor asing untuk menentukan daya tarik suatu pasar.
OJK menilai bahwa perbaikan sisi likuiditas menjadi kunci untuk mendorong pasar modal Indonesia lebih kompetitif dan inklusif.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













