Tanggapan Staf Desa Mengenai Pengerjaan Manual
Ketika awak media mencoba mengonfirmasi hal ini kepada Wahyu, Kepala Desa Rasau II, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Dalam pertemuan tersebut bertemu dengan salah satu staf desa , ia menjelaskan alasan penggunaan metode manual.
“Tidak masalah selama pekerja mau mengaduk dan sabar. Proyek ini kan tidak berskala besar. Justru manual lebih cepat, bisa mengaduk 10 sak semen sekali kerja, sedangkan pakai molen hanya bisa dua sak,” ujar pada Selasa (10/12/2024).
Catatan Mengenai Kualitas dan Keamanan Pembangunan
Meskipun proyek ini tidak berskala besa gedung sorga, aspek kualitas dan keamanan tetap menjadi perhatian utama. Penggunaan metode manual dalam proyek bangunan serba guna dengan nilai anggaran ratusan juta dapat memengaruhi daya tahan konstruksi jika tidak dilakukan sesuai standar teknik.













