Trump juga memperingatkan Iran untuk tidak memberikan dukungan kepada kelompok Houthi. Dalam pernyataan kerasnya, Trump menuntut agar Iran segera menghentikan dukungannya kepada kelompok milisi Yaman tersebut.
“Dukungan untuk teroris Houthi harus segera diakhiri,” tegas Trump, sambil memperingatkan bahwa AS tidak akan segan-segan meminta pertanggungjawaban Iran jika dukungan terhadap Houthi terus berlanjut.
Sementara itu, kelompok Houthi atau Anshar Allah melaporkan serangkaian ledakan yang mengguncang wilayah mereka pada Sabtu malam, termasuk area kompleks bandara Sanaa yang mencakup fasilitas militer yang luas. Gambar yang beredar di media sosial menunjukkan gumpalan asap hitam di atas wilayah tersebut.
Kelompok Houthi juga mengonfirmasi bahwa serangan udara AS tersebut telah menewaskan sembilan warga sipil dan melukai sembilan lainnya. Selain itu, serangan tersebut menghantam beberapa area permukiman di distrik Shouab di utara Sanaa, menyebabkan kepanikan di kalangan warga.
“Ledakannya sangat kuat, seperti gempa bumi,” kata Abdallah al-Alffi, seorang warga setempat.
Operasi militer terhadap Houthi ini merupakan serangan pertama yang dilakukan oleh AS di bawah pemerintahan Trump kedua, setelah periode yang relatif tenang di wilayah tersebut. Serangan ini terjadi beberapa hari setelah kelompok Houthi mengancam akan melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal Israel yang melintasi perairan Yaman, sebagai respons terhadap blokade Israel di Gaza.
Serangan udara yang diluncurkan oleh AS ini menandai eskalasi ketegangan di kawasan yang telah dilanda konflik berkepanjangan. Houthi sebelumnya telah menargetkan lebih dari 100 kapal dagang dengan rudal dan pesawat nirawak, menenggelamkan dua kapal dan menewaskan empat pelaut.
Ketegangan ini semakin meningkat sejak dimulainya perang antara Israel dan Hamas pada akhir tahun 2023, dan konflik ini terus berlanjut meski ada upaya gencatan senjata yang rapuh.
Dengan semakin kompleksnya dinamika geopolitik di wilayah tersebut, serangan ini menunjukkan komitmen AS untuk melawan kelompok Houthi yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan internasional dan stabilitas regional.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














