Kenaikan dolar terjadi karena investor global mulai melakukan konsolidasi posisi menjelang rilis data inflasi penting dari Amerika Serikat. Producer Price Index (PPI) akan diumumkan hari ini, disusul Consumer Price Index (CPI) pada Kamis (11/9/2025). Kedua data ini dipandang krusial untuk mengukur dampak tarif terhadap perekonomian terbesar dunia sekaligus memberi petunjuk arah kebijakan moneter The Federal Reserve.
Tekanan dari Pasar Tenaga Kerja AS
Sebelumnya, dolar AS sempat tertekan setelah revisi data tenaga kerja menunjukkan jumlah pekerjaan pada periode April 2024–Maret 2025 lebih rendah hampir satu juta dibandingkan estimasi awal. Data ini memberi sinyal bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS tidak sekuat perkiraan.
Namun, koreksi tersebut hanya berlangsung singkat. Fokus pasar dengan cepat kembali ke arah inflasi, karena data tersebut akan menjadi pertimbangan utama bank sentral AS dalam menentukan kebijakan suku bunga ke depan.













