Rizal Bawazier, yang merupakan perwakilan rakyat dari Dapil X Jawa Tengah (Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pemalang), menyatakan bahwa banyak laporan dari masyarakat di daerahnya mengenai gas melon yang tidak terisi penuh.
“Ada aspirasi dari masyarakat di Dapil saya terkait gas 3 kilogram ini banyak yang tidak penuh isinya atau kurang dari 3 kilogram,” ujar Rizal.
Menurutnya, akibat isi gas yang tidak penuh, masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam karena gas cepat habis, bahkan kurang dari satu minggu. Padahal, harga jual gas melon di daerah tersebut mencapai Rp 25.000.
“Jadi saya berharap kepada Pertamina Patra Niaga hal yang seperti keluhan masyarakat di Dapil kami kedepannya tidak terjadi lagi,” tegasnya.
Menanggapi keluhan ini, Rizal Bawazier mendesak PT Pertamina Patra Niaga, sebagai subholding yang bertanggung jawab atas distribusi LPG bersubsidi, untuk segera mengambil tindakan agar masalah ini tidak terulang di masa mendatang dan masyarakat tidak lagi merasa dirugikan.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















