Pemalang – Ikatan Masyarakat Pemalang (IKMAL JAYA) secara resmi mengukuhkan kepengurusan baru untuk Masa Bhakti 2025-2030. Acara pengukuhan dilaksanakan di Balai Rakyat DPRD Pemalang pada hari Sabtu, 22 November 2025, dihadiri oleh sejumlah tokoh dan disaksikan oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Pengukuhan pengurus yang kini dinahkodai oleh Abdul Khalim, SE sebagai Ketua Umum ini dipimpin oleh Kepala Bakesbangpol, Bagus Sutopo, yang hadir mewakili Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro.
Dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Bakesbangpol, Bupati Anom Widiyantoro menyampaikan harapan besar kepada IKMAL JAYA. Bupati berharap organisasi ini dapat terus berkembang sebagai entitas yang adaptif dan inovatif.
“Besar harapan saya agar semangat kebersamaan yang telah terbangun dapat semakin diperkuat, dan IKMAL JAYA terus berkembang sebagai organisasi yang adaptif, inovatif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Pemalang, baik di kampung halaman maupun di perantauan,” ujar Bupati dalam sambutan tertulisnya.
Bupati Anom juga menekankan pentingnya IKMAL JAYA dalam merancang program yang semakin inovatif, inklusif, dan bermanfaat, tidak hanya bagi seluruh anggota, tetapi juga bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pemalang secara lebih luas.
Lebih lanjut, Bupati Anom Widiyantoro mendefinisikan IKMAL JAYA bukan sekadar organisasi kedaerahan, melainkan sebuah wadah silaturahmi yang lahir dari rasa cinta, kepedulian, dan keterikatan emosional yang kuat terhadap tanah kelahiran.
“Organisasi ini telah tumbuh sebagai rumah bersama bagi putra-putri Pemalang yang berada di perantauan, sebuah ruang yang tidak hanya memfasilitasi pertemuan dan kebersamaan, tetapi juga menumbuhkan semangat untuk tetap menjaga identitas dan jati diri sebagai masyarakat Pemalang,” paparnya.
Selama ini, IKMAL JAYA telah memainkan peranan penting sebagai tempat bernaung, memfasilitasi anggotanya untuk saling mendukung, berbagi informasi, serta memperluas jejaring dalam berbagai bidang, baik melalui kegiatan sosial, budaya, maupun keagamaan.











