Purbaya menekankan bahwa data yang digunakan pemerintah berasal dari laporan bank ke Bank Sentral, yang dilakukan secara berkala dan menjadi dasar analisis fiskal serta moneter nasional.
“Itu kan data dari bank sentral. Laporan dari bank yang disampaikan setiap saat ke BI. Harusnya itu yang paling akurat,” tambahnya.
Ia juga menegaskan tidak menutup ruang dialog antara pemerintah daerah dan otoritas pusat, namun mengingatkan agar klarifikasi dilakukan dengan mengacu pada data resmi yang terverifikasi.
Respons Dedi Mulyadi: Siap Bertemu BI dan Mendagri













