Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, total belanja kesehatan nasional pada 2023 mencapai Rp 614,5 triliun, naik 8,2% dibandingkan 2022. Kenaikan tersebut bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan PDB nasional yang masih di kisaran 5%. Kondisi ini, menurut Budi, tidak bisa terus dibiarkan karena dapat mengancam keberlanjutan sistem pembiayaan kesehatan nasional.
BPJS Kesehatan Siapkan Kalkulasi Tarif Baru
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, mengonfirmasi bahwa lembaganya sudah menyiapkan kalkulasi terkait skenario penyesuaian tarif. Namun, keputusan final tetap akan berada di tangan pemerintah.
“Kami sudah menghitung beberapa skenario, tapi tentu harus melalui pembahasan bersama pemerintah. Belum bisa kami publikasikan karena masih dalam tahap diskusi,” ujarnya.
Rencana kenaikan iuran sendiri telah tercantum dalam Rancangan APBN 2026, meski pelaksanaannya akan sangat bergantung pada kondisi ekonomi makro tahun depan.













