Kolektor timah yang selama ini menjadi penghubung penambang dengan pasar juga akan dibina agar beroperasi sesuai aturan. Jika ada kolektor yang menolak masuk ke jalur legal, perusahaan menegaskan akan mengeluarkan mereka dari wilayah IUP.
Harapan untuk Produksi & Masyarakat
Dengan langkah ini, manajemen PT Timah berharap aktivitas tambang ilegal bisa ditekan, sekaligus meningkatkan output produksi perusahaan. “Mudah-mudahan dengan mekanisme ini, keuntungan tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga masyarakat Bangka Belitung,” ujar Restu.
Data menunjukkan, produksi bijih timah PT Timah pada 2024 mencapai 19.437 ton Sn, naik dari 14.855 ton Sn di 2023. Namun, pada Semester I-2025 produksinya turun 32% menjadi 6.997 ton Sn. Target perusahaan hingga akhir 2025 dipatok 21.500 ton Sn.
Sementara itu, produksi logam timah pada 2024 mencapai 18.915 metrik ton, naik dari 15.340 metrik ton pada 2023. Di paruh pertama 2025, produksinya turun 29% menjadi 6.870 metrik ton, dengan target sepanjang tahun 21.545 metrik ton.













