PEMALANG – Ratusan anak dari berbagai jenjang pendidikan di Pemalang tampak gembira mengikuti Festival Bocah Dolanan yang digelar di Taman Apresiasi, kawasan wisata Pantai Widuri. Acara ini merupakan bagian dari peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 pada Kamis, 17 Juli 2025.

Festival ini tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga upaya untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak di tengah gempuran teknologi digital. Bunda Forum Anak Pemalang, Noor Faizah Maenofie, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan kegembiraannya melihat keceriaan anak-anak. Menurutnya, berbagai permainan seperti lompat tali, egrang, dan congklak, sangat bermanfaat untuk melatih motorik kasar dan fisik anak-anak.

Selain permainan, festival ini juga menampilkan pentas seni tari yang membantu mengasah motorik halus anak. Maenofie mencontohkan penampilan memukau dari anak-anak berkebutuhan khusus yang dengan percaya diri menari di hadapan publik, mengikuti setiap irama musik dengan panduan guru. Ini menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang.

Maenofie menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam memberikan ruang bagi anak-anak untuk bereksplorasi. Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan dan menjadi lebih meriah di tahun-tahun mendatang, agar anak-anak Pemalang dapat tumbuh menjadi generasi emas 2045 yang cerdas dan berprestasi.

“Sejak dini, anak-anak harus diajarkan dalam pengelolaan digital dengan cerdas yang digunakan untuk kegiatan yang positif,” ujarnya.

Peringatan Hari Anak Nasional melalui Festival Bocah Dolanan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemalang dalam mendukung perkembangan anak secara holistik, menggabungkan pendidikan, kesehatan, dan budaya lokal.