PEMALANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan dan memberikan perlindungan nyata bagi anak-anak di wilayahnya. Salah satu bentuk keberpihakan tersebut diwujudkan melalui rencana penyediaan jalur afirmasi khusus bagi anak-anak korban kekerasan pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2027/2028.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, saat membuka Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Pemalang dalam acara Festival Sayang Anak yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Pemalang, Kamis (23/7/2026).

Bupati Anom menjelaskan bahwa kebijakan jalur afirmasi tersebut bertujuan untuk memastikan setiap anak, terutama yang pernah mengalami tindakan kekerasan atau situasi rentan, tetap mendapatkan hak dasar serta kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tanpa terhambat masalah administratif maupun psikologis.

“Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberikan perhatian, perlindungan, dan kasih sayang kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Anak-anak merupakan amanah dan tunas bangsa. Sudah menjadi kewajiban negara, pemerintah, keluarga, dan masyarakat untuk memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, kuat, berkarakter serta berprestasi,” tegas Bupati Anom.

Selain menyiapkan jalur afirmasi pendidikan, Pemkab Pemalang juga terus memperkuat jaringan perlindungan anak berbasis masyarakat. Layanan seperti Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), konseling keluarga, dan pendampingan psikologis terus ditingkatkan. Keberadaan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) yang saat ini telah beroperasi di Kecamatan Ulujami, Comal, Pulosari, dan Randudongkal pun ditargetkan untuk diperluas ke kecamatan-kecamatan lainnya.

Langkah ini mempertegas upaya Pemkab Pemalang dalam meminimalisasi dampak negatif perkembangan teknologi digital, kekerasan, serta diskriminasi pada anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, KBPP Kabupaten Pemalang, Mu’minun, menambahkan bahwa peringatan HAN ke-42 di Pemalang mengusung subtema “Stop Perkawinan Anak, Biarkan Aku Tumbuh dan Meraih Impian.” Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah daerah berharap dapat membangun lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah anak.

Rangkaian acara Festival Sayang Anak tersebut juga diwarnai dengan pengukuhan Forum Anak Kabupaten Pemalang, penyerahan bantuan perlengkapan sekolah secara simbolis untuk tingkat PAUD hingga SMP, Senam Massal Anak Indonesia Hebat yang diikuti sekitar 3.000 peserta, hingga berbagai pertunjukan seni dan budaya oleh pelajar dari berbagai sekolah di Pemalang.