Menurut keterangan saksi mata yang merupakan teman korban, DLR saat itu sedang berboncengan mengendarai sepeda motor. Mereka berniat membeli makanan ringan di sebuah warung. Di tengah perjalanan, mereka tiba-tiba dihadang oleh sekelompok pengendara motor yang diperkirakan berjumlah belasan orang, diduga kuat anggota geng motor yang kerap meresahkan Pemalang.
Tanpa ampun, para pelaku langsung melakukan penyerangan. Dengan beringas, mereka mengayunkan senjata tajam ke arah korban secara membabi buta. DLR mengalami luka bacok yang cukup dalam di beberapa bagian tubuhnya, termasuk lengan dan punggung. Sementara temannya selamat dari luka fisik, ia menderita trauma psikologis yang mendalam dan belum berani keluar rumah.

















