Pemalang—Kabar mengejutkan datang dari Pemalang. Beredar kabar adanya temuan potongan pisau cutter di dalam kemasan air minum gelas 220 ml yang diproduksi oleh Perusahaan Daerah (Perusda) milik Pemerintah Kabupaten Pemalang, yang kabarnya bermerek ‘Ajibpol‘.

Temuan ini pertama kali diungkap oleh seorang Sekretaris Desa (Sekdes) di Pemalang. Ia mengaku menemukan benda tajam tersebut setahun yang lalu saat menghadiri sebuah acara di Gedung DPRD Pemalang.

Melansir Independentnews.com, pada Rabu (13/8/2025). Narasumber yang bisa dipercaya membeberkan kisahnya kepada awak media pada Sabtu, 9 Agustus 2025. “Kebetulan saya sendiri yang dapat. Waktu itu dapat snack, begitu dibuka untung belum langsung diminum. Saya lihat kok ada potongan cutter,” ungkapnya.

Menurut penuturannya, bukti air minum berisi potongan pisau cutter itu hingga kini masih disimpan utuh. Ia menjelaskan bahwa potongan pisau itu mulai hancur karena terlalu lama terendam, membuat kondisi air di dalamnya menjadi sangat keruh. “Masih ada, airnya masih utuh. Mungkin potongannya sudah hampir habis, tapi airnya keruh banget,” ujarnya.

Meskipun temuan ini sangat serius, sang Sekdes mengaku belum pernah melaporkannya kepada pihak berwenang maupun pihak Perumda Pemalang. Ia menjelaskan bahwa acara yang ia hadiri saat itu merupakan perkumpulan perangkat desa.

Mencuatnya kasus ini memunculkan pertanyaan besar mengenai sistem kontrol kualitas di pabrik Perusda. Keberadaan benda asing yang sangat berbahaya seperti potongan cutter di dalam produk minuman jelas merupakan pelanggaran serius yang dapat mengancam keselamatan konsumen.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Perumda Pemalang belum memberikan pernyataan resmi. Tim media hingga saat ini mencoba meminta konfirmasi bagaimana mekanisme produksi dan keamanan kesehatan pada kemasan air minum Ajibpol tersebut.

Sebagai informasi, produk air minum dari Perusda ini diklaim bersumber dari mata air Gunung Slamet dan telah memenuhi standar SNI serta memiliki izin edar dari BPOM RI.

Produk ini juga sering digunakan dalam acara-acara resmi Pemerintah Kabupaten Pemalang. Namun, temuan ini tentu saja menjadi sorotan serius dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat