Bahlil menyadari meme dan kritik adalah bagian dari dinamika seorang pejabat publik. Ia terbuka terhadap kritik pada kebijakan, namun mengingatkan agar tidak mengarah pada isu sensitif seperti ras atau agama.
“Kalau kritik kebijakan saya tidak masalah. Tapi kalau menyerang pribadi sampai bersinggungan soal rasis, itu sudah tidak sehat,” ucapnya.
Pengalaman Hidup Bentuk Ketahanan Mental
Menariknya, Bahlil mengaku tidak mudah tersinggung. Latar belakang hidup sebagai putra dari keluarga sederhana membuatnya sudah terbiasa menghadapi cibiran sejak kecil.
“Saya ini anak kampung. Ibu saya buruh cuci, ayah saya buruh bangunan. Jadi kalau soal dihina, sudah biasa,” kata Bahlil sambil tersenyum.













