Pemerintah Rusia sendiri mulai membatasi akses WhatsApp sejak Februari 2026 dan mendorong warganya beralih ke aplikasi lokal bernama Max.
Otoritas setempat bahkan mewajibkan pemasangan aplikasi tersebut di perangkat baru serta penggunaannya di kalangan pegawai pemerintah dan sektor pendidikan.
Pasar merespons negatif kabar ini. Saham Meta langsung turun sekitar 9 persen pada penutupan perdagangan di Amerika Serikat setelah perusahaan merilis laporan tersebut.
Meski jumlah pengguna menurun, Meta tetap mencatat kinerja finansial yang kuat. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar 56,3 miliar dollar AS (sekitar Rp 977 triliun), naik 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meta juga mengantongi laba bersih 22,8 miliar dollar AS (sekitar Rp 395 triliun).













