“Hubungan Messi-Barça harus seperti hubungan Michael Jordan-Nike,” ungkap Ciria.
Ia melihat Messi sebagai kunci untuk menyelesaikan masalah utang klub. Dengan mengintegrasikan brand Messi secara permanen dengan Barcelona, klub bisa menciptakan aliran pendapatan baru yang masif—melampaui sekadar penjualan tiket atau jersey. Ini adalah upaya untuk menjadikan Messi sebagai duta seumur hidup yang menjamin stabilitas finansial klub di masa depan.
Meski visi Ciria terdengar indah, kenyataan di lapangan cukup menantang. Messi baru saja membawa Inter Miami meraih Piala MLS dan terpilih sebagai MVP dua musim beruntun. Dengan catatan 29 gol dan 19 assist, Messi membuktikan bahwa meski usianya bertambah, sihirnya belum pudar.
Masalah utamanya adalah kontrak Messi di Amerika Serikat yang baru saja diperpanjang hingga 2028. Membawanya pulang pada tahun 2026—tepat saat pemilihan presiden Barcelona berlangsung—membutuhkan diplomasi tingkat tinggi dan kekuatan finansial yang besar untuk menebus sang mega bintang dari tangan David Beckham.
Pemilihan presiden periode Maret-Juni 2026 akan menjadi penentu. Apakah fans akan tetap bertahan dengan Joan Laporta yang menawarkan stabilitas lewat renovasi stadion dan patung penghormatan, atau beralih ke Marc Ciria yang menawarkan kembalinya sang ikon secara fisik?
Jika rencana Ciria berhasil, kita mungkin akan melihat pemandangan yang paling dinantikan di dunia sepak bola: Lionel Messi berjalan keluar dari lorong Camp Nou yang megah dan baru, mengenakan ban kapten, dan menutup kariernya dengan senyuman—menghapus setiap tetes air mata yang jatuh di tahun 2021.
















