Namun, Jobstreet menilai angka ini masih jauh dari kondisi sebenarnya.
“Kami yakin ini hanya puncak gunung es. Banyak korban memilih tidak melapor,” kata Willem.
Mengapa Indonesia Jadi Hotspot Penipuan Loker?
Jobstreet mengidentifikasi tiga faktor utama yang membuat Indonesia begitu rawan terhadap penipuan lowongan kerja:
1. Entry Barrier Pekerjaan yang Rendah
Posisi seperti admin, kasir, operator pabrik, hingga office support memiliki volume pelamar yang besar karena tidak membutuhkan keahlian khusus. Banyaknya pencari kerja membuat kelompok ini menjadi sasaran empuk.
2. Rekrutmen Melalui Media Sosial Tanpa Standar Keamanan
Perusahaan kecil hingga UMKM sering memasang lowongan kerja lewat WhatsApp, Facebook, atau Instagram. Tanpa sistem verifikasi, pelaku mudah menyaru sebagai HR perusahaan dan memancing korban menyerahkan data pribadi.
3. Kondisi Ekonomi yang Mendorong Urgensi Palsu













