Para ulama sepakat bahwa perbedaan istilah tidak mengubah esensi ibadah. Baik disebut Tarawih maupun qiyam Ramadhan, tujuan utamanya tetap sama, yakni menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sejak awal, jumlah rakaat sholat Tarawih juga memiliki variasi, mulai dari 8, 18, hingga 20 rakaat.
Seluruh praktik tersebut memiliki dasar dan tidak saling meniadakan.
Dengan memahami sejarah sholat Tarawih dalam Islam, umat Islam diharapkan tidak terjebak pada perdebatan istilah maupun jumlah rakaat.
Sebaliknya, fokus utama adalah menjaga kekhusyukan, keikhlasan, serta semangat menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan amal ibadah terbaik.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













