PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang mempertegas komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Melalui kegiatan media gathering yang digelar di The Winner Premier Hotel, Rabu (31/12/2025), Bupati Pemalang Anom Widiyantoro mengajak insan pers untuk aktif mengawal setiap tahapan pembangunan di wilayah tersebut.

Bupati Anom Widiyantoro menegaskan bahwa peran media sangat krusial sebagai pilar keempat demokrasi. Ia meminta 40 wartawan yang tergabung dalam Gabungan Wartawan Pemalang (GWP) untuk menyampaikan informasi pembangunan secara objektif, berimbang, dan tetap mengedepankan nilai edukasi bagi masyarakat.

“Harapan kami teman-teman media ini bisa bersama-sama mengawal pembangunan, tentunya secara objektif, fair, dan tidak meninggalkan nilai-nilai edukasinya bagi masyarakat,” ujar Anom saat membuka acara bertajuk “Peran Media dalam Penyebarluasan Informasi Pembangunan Kabupaten Pemalang”.

Anom menjelaskan bahwa keterlibatan pers bertujuan agar masyarakat dapat memahami proses pembangunan secara utuh, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga manfaat nyata yang dihasilkan. Dengan penyampaian informasi yang akurat, diharapkan tidak terjadi disinformasi di tengah publik.

Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, Martono, yang bertindak sebagai penyelenggara, menyebut pers sebagai mitra strategis. Menurutnya, DPRD sangat terbuka terhadap kritik yang konstruktif.

“Media tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga mitra kritis dalam menyuarakan aspirasi masyarakat dan menjaga transparansi penyelenggaraan pemerintahan,” kata Martono.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan jurnalis dari berbagai media yang bertugas di wilayah Kabupaten Pemalang. Selain menjadi ajang silaturahmi, acara ini diisi dengan dialog interaktif yang membahas hambatan komunikasi antara birokrasi dan pencari berita.

DPRD Pemalang berharap melalui momentum ini, sinergi yang terbangun dapat meningkatkan kepercayaan publik (public trust) terhadap kinerja pemerintah daerah melalui pemberitaan yang bertanggung jawab sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk meningkatkan frekuensi komunikasi dua arah antara humas pemerintah dan awak media, guna memastikan hak publik atas informasi terpenuhi secara optimal.