
Keputusan yang Tidak Bisa Dibalikkan
Dengan diberhentikannya Frans Daniel, MADA LMP Jawa Tengah menegaskan bahwa mulai 18 Februari 2025, ia tidak lagi berhak mengatasnamakan Laskar Merah Putih dalam segala bentuk aktivitas di Kabupaten Pemalang maupun wilayah Jawa Tengah secara keseluruhan. Bahkan, jika Frans Daniel tetap mengaku sebagai bagian dari LMP, MADA LMP Jawa Tengah tidak akan bertanggung jawab atas segala tindakan yang dilakukannya.
Keputusan ini juga memperlihatkan betapa seriusnya organisasi dalam memastikan setiap anggotanya berkomitmen pada aturan dan nilai-nilai yang telah ditetapkan.
MADA LMP Jawa Tengah menegaskan bahwa seluruh anggota dan kader harus saling menjaga kesatuan dan persatuan dalam organisasi agar LMP tetap dapat berfungsi secara optimal dan sesuai dengan tujuan yang sudah digariskan.
Komitmen untuk Mempertahankan Integritas Organisasi
Pemberhentian Frans Daniel bukan hanya sebagai langkah untuk menanggapi tindakan pengkhianatan yang dilakukan, tetapi juga sebagai bentuk komitmen organisasi untuk tetap menjaga kehormatan dan citra Laskar Merah Putih.
MADA LMP Jawa Tengah mengajak seluruh anggotanya untuk tetap fokus pada perjuangan bersama, mengingat masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam menjaga eksistensi dan peran LMP sebagai organisasi yang turut berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Keputusan tegas ini juga menjadi pesan bahwa MADA LMP Jawa Tengah tidak akan ragu untuk mengambil tindakan serupa terhadap siapa pun yang terbukti bertindak melawan arah dan prinsip yang sudah disepakati dalam tubuh organisasi.
Dengan berakhirnya keterlibatan Frans Daniel, MADA LMP Jawa Tengah berharap seluruh anggota tetap menjaga semangat persatuan dan kesatuan serta berfokus pada tujuan mulia organisasi tanpa terpecah oleh isu-isu internal yang bisa merugikan.













