“Pramuka membuktikan sebagai pembentukan karakter bangsa kita. Karakter rakyat kita, patut kita apresiasi dan kita dukung,” tuturnya.
Kak Heriyanto juga mengingatkan bahwa sebelumnya kegiatan Pramuka pernah hampir dihapuskan dari kegiatan ekstrakurikuler wajib di sekolah. Namun, berkat penolakan dari para pembina dan pegiat Pramuka, kegiatan tersebut berhasil dipertahankan.
“Dulu pernah ada wacana kegiatan Pramuka akan dihapus dan dijadikan ekstrakurikuler yang tidak wajib di sekolah, padahal Pramuka sangat penting. Namun, hal itu ditolak oleh para pembina dan aktivitas Pramuka,” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, Secara psikologis, Pramuka dianggap seperti hubungan antara adik dan kakak, di mana anggotanya saling menyapa dengan sebutan kakak, meskipun usia mereka sudah dewasa dan bahkan telah pensiun.



















