JAKARTA, CMI News – Minangkabau kembali berduka, akibat terjadinya musibah Galodo (Banjir Bandang) mengakibatkan terputusnya perhubungan di sekeliling Gunung Merapi, dan korban jiwa serta kerugian harta benda, seperti rumah, dan sawah ladang.
Banyak yang berpendapat, bahwa ini adalah merupakan peringatan untuk kita masyarakat Minangkabau yang menganut filsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Pendapat ini berdasarkan, pada tahun 2023 Sumbar mendapat Ranking tertinggi LGBT, Narkoba dari tahun ke tahun kasusnya meningkat.
Ada anjuran agar masyarakat Minang mengadakan Taubatan Nusuha, dan doa tolak bala di kaki Gunung merapi, serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam filsafah ABS-SBK, kembali ke surau dan ramaikan masjid.
Kondisi tersebut sudah lama di rasakan oleh tokoh dan pemuka masyarakat Minangkabau. Adat Minangkabau berada pada titik “Nadir”, mirisnya pendapat yg mengatakan hanya untuk dibicarakan bukan untuk di laksanakan.













