Aturan Adat tidak berfungsi, niniak mamak tidak berperan di nagari-nagari di Sumatera Barat, dan filsafah ABS-SBK hanya selogan saja, sehingga banyak hal-hal yang terjadi di tengah masyarakat yang tidak sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai ABS-SBK.
Soewardi Idris Dt. Sinaro Panjang (Alm) mengatakan pada Seminar Adat yang dilaksanakan oleh S3 pada tahun 2008, bahwa adat Minangkabau di perkirakan dapat bertahan hanya 30 tahun lagi, selanjutnya Minangkabau akan tinggal nama dan pepatah-petitih.
Sejak 20 tahun yang lalu banyak pendapat dan buku-buku yang menyatakan ke prihatinan terhadap adat Minangkabau, Seminar Minangkabau Di Tepi Jurang tahun 2002, Loka Karya Bandung, Minangkabau Yang Gelisah tahun 2004 Gebu Minang, Masyarakat Adat Minangkabau Terancam Punahโ tahun 2007, Amir MS, Kebijakan Setengah Hati Dan Kerisauan Tentang Degradasi Kebudayaan Minangkabau tahun 2007 Prof. Sari Sarin, Masih Ada Harapan tahun 2004, DR. Saafroedin Bahar, Mau Kemana Minangkabau tahun 2013 Dr. Widia Fitri
Berdasarkan hal tersebut LAKM (Lembaga adat dan Kebudayaan Minangkabau merasa terpanggil mengadakan Dialog Interaktif Adat dan kebudayaan minangkabau, dengan mengundang para niniak mamak, para pemuka dan tokoh masyarakat, perantau minang, serta para ketua organisasi Minangkabau yang berdomisili di Jabodetabek.
Dialog Interaktif Adat dan Kebudayaan Minangkabau dengan Tema “Minangkabau menuju Kepunahan, Lenyapnya Peranan Adat Minangkabau di Nagari”. Acara diadakan Sabtu 8 Juni 2024 di Ruangan Seminar Rektorat Lantai 1, Universitas Yarsi, Jakarta Pusat
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














