Pada bagian senjata mainan itu, tertulis: “14 Words. For Agartha.” dan “Brenton Tarrant. Welcome to Hell.”
Brenton Tarrant sendiri adalah pelaku penembakan massal brutal di Christchurch, Selandia Baru, pada 2019. Kehadiran nama teroris global pada benda milik pelajar terduga pelaku—terlepas dari statusnya sebagai senjata mainan—menunjukkan adanya ideologi atau pengaruh ekstrem yang diserap oleh remaja tersebut, bahkan jika aksi ini pada akhirnya bukan digolongkan sebagai terorisme, sebagaimana ditekankan oleh Lodewijk.
Saat ini, kepolisian fokus pada olah TKP, sterilisasi oleh Jibom Brimob, dan yang terpenting, mendalami motif di balik tragedi ini. Kasus ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan mengenai potensi bahaya kesehatan mental dan dampak destruktif dari bullying yang mungkin mendorong seseorang, terutama remaja yang rentan, melakukan tindakan nekat dan berbahaya.











