JAKARTA – Peristiwa ledakan yang mengguncang SMA Negeri 72 Jakarta Utara pada Jumat (07/11) siang telah meninggalkan luka mendalam. Namun, kejutan terbesar muncul dari identitas terduga pelaku: seorang siswa berusia 17 tahun dari sekolah tersebut. Lebih memilukan lagi, spekulasi yang berkembang menyebutkan bahwa aksi nekat ini dipicu oleh pengalaman pahit terduga pelaku sebagai korban bullying (perundungan).
Detik-Detik Mencekam di Musala Sekolah
Ledakan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB atau 12.15 WIB di area musala sekolah, tepat saat pelaksanaan Salat Jumat. Saksi mata, Totong, menceritakan kengerian saat dua hingga tiga ledakan terdengar, membuat jemaah salat langsung bubar dalam ketakutan.
“Lagi Salat Jumat, ya langsung meledak gitu. Sekitar itu langsung bubar, langsung pecah, langsung pada keluar semua,” ujarnya.
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengonfirmasi bahwa ledakan ini menyebabkan setidaknya 54 orang luka-luka, meskipun data terbaru dari Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Lodewijk Freidrich Paulus, menyebut total korban 20 orang, dengan tiga di antaranya luka berat. Korban menderita luka bakar, terkena serpihan, dan gangguan pendengaran.
Identitas Pelaku dan Dugaan Motif
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membenarkan bahwa terduga pelaku adalah seorang pelajar SMAN 72. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menambahkan bahwa usia terduga pelaku adalah 17 tahun, dan saat ini ia tengah menjalani operasi di rumah sakit.
Meski motif resmi masih didalami oleh kepolisian, sejumlah pelajar SMAN 72 memberikan kesaksian yang mengarah pada satu dugaan pilu: aksi balas dendam dari korban perundungan.











